Dukung Pemulihan Ekonomi Jelang Idulfitri, Warga Terdampak Banjir di Dua Kabupaten Diberi Bantuan
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, ribuan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Probolinggo dan Situbondo mulai mendapat bantuan paket sembako dari perusahaan asal Kecamatan Paiton.
Bantuan yang diberikan PT Paiton Energy (PE) dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) itu guna mendukung masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana di kedua wilayah Jawa Timur tersebut.
Diketahui, sembako berisi beras, telur, minyak goreng, mie instan, dan tepung. Selain itu, Perusahaan menyalurkan juga 130 paket perlengkapan sekolah terdiri dari tas, buku tulis, pulpen, pensil, dan kaos kaki bagi para siswa terdampak banjir.
Head of External Relations PT Paiton Energy Bambang Jiwantoro mengatakan, Perusahaan berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional Perusahaan ketika terjadi bencana.
Melalui bantuan ini pihaknya berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
"Juga mendukung anak-anak agar tetap dapat melanjutkan kegiatan belajar mereka," paparnya.
Disamping itu, Human Capital Facilities and Community Manager PT POMI Rochman Hidayat mengatakan, bahwa dukungan kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Perusahaan.
"Perusahaan akan terus berupaya memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat di sekitar wilayah operasional," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo R. Oemar Sjarief menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Perusahaan kepada masyarakat terdampak banjir.
"Bantuan sembako ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana banjir," ucapnya.
Sekedar informasi, sejak 22 Januari 2026 Paiton Energy-POMI juga telah menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir di wilayah Situbondo. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan di Situbondo pada 22 Januari 2026 dan 6 Maret 2026 tersebut menjangkau sekitar 7.435 jiwa.
Editor : Arif Ardliyanto