Pantai Pilang Alami Perubahan Ekosistem, Dulu Terdampak Abrasi Kini Dimanfaatkan Warga
PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Minggu, 14 Juni 2026, kawasan pesisir Pantai Pilang, Kota Probolinggo, kembali menjadi lokasi penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi.
Kegiatan tersebut juga beriringan dengan proses perubahan kondisi lingkungan di kawasan pesisir yang kini mulai dimanfaatkan warga untuk aktivitas ekonomi.
Ketua Komunitas Laskar Hijau, Dimas Ardianto, mengatakan perubahan kondisi di Pantai Pilang terjadi dalam proses panjang yang dipengaruhi faktor alam dan upaya pemulihan lingkungan.
Menurutnya, salah satu titik perubahan terjadi sejak erupsi Gunung Bromo pada tahun 2010 yang berdampak pada ekosistem mangrove di kawasan tersebut.
“Waktu erupsi 2010, abu vulkanik menutupi kawasan ini. Mangrove yang ada saat itu banyak yang terdampak dan akhirnya mati,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, endapan abu vulkanik tersebut kemudian membentuk sedimen di kawasan muara sungai sehingga turut memengaruhi kondisi ekosistem pesisir pada saat itu.
Dalam perkembangan berikutnya, aktivitas di kawasan pesisir mulai berubah. Warung-warung di sekitar Pantai Pilang mulai muncul sekitar tahun 2021 seiring adanya pengelolaan kawasan.
“Dulu sebelum kawasan mangrove kembali pulih seperti sekarang, saat air laut pasang, genangan bisa mencapai sekitar 500 meter dari garis pantai. Sekarang kondisi itu sudah jauh berkurang dan kawasan mulai dimanfaatkan warga,” katanya.
Dimas menambahkan, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi dampak abrasi yang sebelumnya cukup dirasakan masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan terbaru ini, sebanyak 100 bibit mangrove ditanam di kawasan muara Sungai Pantai Pilang. Bibit tersebut juga diberi penyangga bambu untuk membantu pertumbuhan awal.
Ia menyebut, penanaman mangrove di lokasi yang sama sudah pernah dilakukan pada 2020, namun sempat terhenti sebelum kembali dilanjutkan tahun ini.
Hingga kini, status kawasan tersebut masih belum dipastikan apakah termasuk wilayah konservasi atau tidak, namun upaya penanaman tetap dilakukan sebagai bagian dari mitigasi abrasi dan pemulihan ekosistem pesisir.
Editor : Arif Ardliyanto