PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan Kereta Api (KA) Tawang Alun terjadi di perlintasan sebidang Km 98+0 petak jalan Soekarno-hatta Kota Probolinggo, Jumat (04/9/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Sepeda motor yang dikendarai Yusuf, warga Triwung Lor, Dusun Bardin, tertemper KA 294 Tawang Alun relasi Ketapang-Malang yang melaju dari arah timur.
Benturan keras terdengar hingga membuat warga sekitar keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut.
Nani, warga sekitar, mengaku sedang memasak di belakang rumah ketika peristiwa itu terjadi. Ia kemudian keluar dan melihat kondisi di sekitar lokasi.
"Korban terlempar sampai ke situ," ujar Nani.
Menurut Nani, sepeda motor korban masuk ke kolam setelah tertemper kereta. Saat kejadian, hanya ada satu orang di atas sepeda motor tersebut.
Nani juga menyebut korban sebelumnya tidak dikenal warga sekitar. Identitas Yusuf kemudian diketahui setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.
Sementara itu, Pamapta Polres Probolinggo Kota Ipda Anggi Indra Setiawan mengatakan polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal, Yusuf diketahui melintas dari arah selatan menuju utara. Perlintasan tempat kecelakaan itu tidak dilengkapi palang pintu.
"Korban dari arah selatan menyeberang ke utara. Kemungkinan tidak mendengar ada kereta lewat," kata Anggi.
Yusuf kemudian dievakuasi ke RSUD Mohammad Saleh, Kota Probolinggo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro membenarkan adanya insiden tersebut.
Informasi awal diterima KAI dari masinis KA Tawang Alun melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdal) Daop 9 Jember.
Saat rangkaian kereta mendekati lokasi, masinis telah memberikan peringatan menggunakan suling lokomotif.
"Masinis sudah membunyikan suling atau klakson lokomotif berkali-kali," ujar Cahyo.
Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindarkan.
Petugas stasiun terdekat bersama jajaran Polsuska kemudian menuju lokasi untuk mengamankan jalur dan berkoordinasi dengan kepolisian.
Meski terjadi kecelakaan, perjalanan KA Tawang Alun hanya mengalami keterlambatan selama tiga menit. KAI juga memastikan tidak ada kerusakan pada sarana maupun prasarana perkeretaapian.
"KAI Daop 9 Jember memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan," kata Cahyo.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api ketika akan melintasi jalur rel.
Hal ini penting diperhatikan karena kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak bisa berhenti secara mendadak ketika ada kendaraan melintas di depannya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
