PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Jalan menuju sumber air panas di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mungkin belum semulus jalan menuju tempat wisata pada umumnya. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkah warga untuk mengenalkan potensi alam yang selama ini masih tersembunyi.
Di tengah keterbatasan anggaran, warga bersama pemerintah desa memilih bergerak dengan cara sederhana. Mereka bergotong royong memperbaiki akses jalan menuju lokasi sumber air panas agar lebih mudah dijangkau.
Desa Ranuagung selama ini lebih dikenal dengan keberadaan dua ranu atau danau yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa desa tersebut juga memiliki sumber air panas yang mulai didatangi sejumlah warga maupun wisatawan.
Mereka datang untuk menikmati hangatnya air yang bersumber dari alam. Sebagian bahkan rela melewati akses jalan yang belum memadai untuk mencapai lokasi tersebut.
Kondisi akses jalan menjadi salah satu kendala yang membuat keberadaan wisata air panas itu belum banyak diketahui. Jarak dan medan yang harus dilalui membuat sebagian orang memilih mengurungkan niat untuk datang.
Melihat kondisi tersebut, warga mulai mengambil langkah secara mandiri. Perbaikan akses dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan gotong royong dan swadaya masyarakat.
Keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu alasan pengembangan kawasan tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal. Anggaran yang tersedia harus dibagi untuk berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat lainnya.
Kaur Perencanaan Desa Ranuagung, Karto, mengatakan kepedulian terhadap potensi wisata menjadi salah satu alasan warga ikut terlibat dalam perbaikan akses menuju lokasi.
"Salah satu bentuk kepedulian kepala desa terhadap potensi wisata yang ada ini, kepala Desa Ranuagung mendukung dengan menyumbang 10 sak semen. Warga juga turut andil secara swadaya dengan menyumbangkan uang untuk pembangunan jalan menuju lokasi tersebut," kata Karto.
Bagi warga, perbaikan jalan tersebut bukan sekadar upaya membuka akses menuju tempat wisata. Ada harapan agar potensi alam yang selama ini belum banyak diketahui dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ketua LMDH Desa Ranuagung Sujoko menambahkan, sumber air panas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu potensi wisata desa. Namun, pengembangannya tetap perlu memperhatikan kondisi alam dan lingkungan sekitar.
"Harapannya, jika akses dan fasilitas semakin memadai, wisata air panas tersebut dapat lebih dikenal tanpa menghilangkan karakter alami kawasan. Warga pun bisa ikut merasakan manfaat dari potensi wisata yang ada di sekitar tempat tinggal mereka," ujarnya.
Bagi masyarakat Ranuagung, keberadaan sumber air panas itu menjadi bagian dari kekayaan alam yang patut dijaga. Kini, langkah kecil mulai dilakukan. Dari semen yang disumbangkan, uang yang dikumpulkan secara swadaya, hingga tenaga warga yang dikerahkan bersama.
Perlahan, warga berharap jalan menuju lokasi bisa semakin mudah dilalui. Sebab, di balik akses yang masih terbatas, tersimpan sebuah potensi alam yang mungkin selama ini belum banyak diketahui orang.
Jika kelak aksesnya semakin baik, warga berharap sumber air panas tersebut tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat tanpa menghilangkan keasrian alam Desa Ranuagung.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
