PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Gas alam saat ini digadang-gadang menjadi energi baru terbarukan, bahkan akan menjadi bahan yang fleksibel bagi pembangkit listrik, serta mampu menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
Hal itu diungkap President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri. Ia mengatakan transisi energi harus menjaga keandalan sistem sekaligus memastikan keterjangkauan tarif listrik bagi masyarakat dan industri.
Dalam kaitan ini Gas berperan sebagai bahan bakar yang fleksibel untuk transisi ke energi baru terbarukan.
”Gas berperan penting sebagai bahan bakar transisi karena mampu menyediakan daya yang fleksibel dan cepat merespons fluktuasi beban, sekaligus mendukung integrasi energi baru dan terbarukan,” katanya, Sabtu (14/2/2026)
Menurutnya, penguatan sistem energi nasional memerlukan pendekatan terintegrasi yang realistis dan berbasis keandalan.
Optimalisasi aset batu bara dan gas yang ada, disertai pengelolaan jaringan yang bertanggung jawab, menjadi strategi praktis untuk menjaga keberlanjutan dan keandalan sistem dalam satu dekade ke depan
“Gas berperan sebagai bahan bakar transisi yang fleksibel untuk memenuhi pertumbuhan permintaan dan memperkuat cadangan sistem (reserve margin) di jaringan," jelasnya saat melakukan diskusi panel.
Sementara itu, Koordinator Perencanaan Pembangkitan Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ario P. Pramono Jati, yang turut hadir dalam diskusi menyampaikan keynote speech.
Menurutnya, transisi energi nasional perlu menjaga keseimbangan antara keandalan sistem, keterjangkauan tarif, dan keberlanjutan lingkungan.
Penguatan sistem kelistrikan harus dilakukan melalui optimalisasi aset pembangkit eksisting, peningkatan efisiensi energi, serta pengembangan pembangkit yang fleksibel seperti gas dan panas bumi untuk menjaga stabilitas sistem.
"Modernisasi jaringan dan peningkatan fleksibilitas sistem menjadi kunci dalam mendukung integrasi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional," ungkapnya.
Upaya tersebut, perlu dilakukan secara bertahap dan terukur agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus mencapai target bauran energi jangka panjang sebagaimana tercantum dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
