PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Banjir yang melanda Kecamatan Dringu pada Senin (09/02/2026) sore, menjadi banjir terbesar di Dringu, di periode musim hujan ini. Bahkan luapan Sungai Gang Siwalan menggenang di jalan ke utara Pasar Dringu.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan meski tinggi muka air di Kedunggaleng sudah turun, distribusi air dari Tegalsiwalan sebagian masuk ke Dringu, sehingga memicu luapan. Sampah yang tersangkut di jembatan juga memperparah kondisi.
“Sekitar pukul 18.00 WIB, air sudah surut dan sedang dilakukan asesmen dan pembersihan bersama sejumlah pihak" jelasnya
Menurutnya, banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi di Dringu selama musim hujan ini, melebihi luapan sebelumnya yang hanya mencapai 180 sentimeter.
"Proses pembersihan dilakukan bersama Damkar, Polsek, Koramil, BPBD, Perkim, Dishub, Satpol PP, Tagana, Dinsos, relawan, PMI, tim rescue, camat, pemerintah desa Kedunggaleng dan Dringu, serta masyarakat," paparnya.
Sementara itu warga Gang Siwalan, Kedunggaleng Sugiarto (71) turut membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya bersama pihak lain tengah melakukan bersih-bersih material maupun sampah yang dibawa oleh banjir.
“Kami bergotong royong membersihkan sampah dan lumpur supaya jalan bisa dilewati kendaraan. Kerja sama ini membuat penanganan lebih cepat.” akunya.
Hingga berita ini ditulis, kondisi jalan berangsur normal, dan akses transportasi masyarakat kembali lancar. BPBD juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah rawan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
