get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukan Sekadar Berburu Hadiah, Jalan Sehat HUT RI Jadi Ajang Warga Sumberanyar Berkumpul

Merawat Budaya Lewat Kadisah, Warga Tiris Kenang Para Leluhur Dengan Gotong Royong

Selasa, 01 September 2026 | 12:01 WIB
header img
Pelaksanaan doa bersama dalam rangka selamatan desa tiris (foto : iNewsProbolinggo.id/Doni)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Suara gamelan dan lantunan sholawat mengiringi langkah warga Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menuju lokasi selamatan desa atau kadisah, Selasa (1/9/2026).

Sejak pagi, warga mulai berdatangan dengan membawa makanan dari rumah. Sebagian lainnya membawa perlengkapan gamelan dan alat tabuh yang kemudian dimainkan sepanjang perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Di antara iring-iringan tersebut, terlihat anak-anak, orang dewasa hingga para sesepuh desa berkumpul bersama dilokasi kadisah. Mereka membaur dalam satu kegiatan yang setiap tahun digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu atau leluhur desa.

Bagi masyarakat Tiris, kadisah bukan sekadar selamatan desa. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang diyakini memiliki peran dalam membuka dan membangun kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dilakukan secara rutin itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.

Sementara bagi para sesepuh, kadisah menjadi bagian dari upaya menjaga kebiasaan masyarakat agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.

Kepala Desa Tiris Warno mengatakan, keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari keterlibatan masyarakat. Antusiasme warga, menurutnya, menjadi salah satu faktor tradisi kadisah tetap dilaksanakan setiap tahun.

"Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik tidak lain karena partisipasi masyarakat yang selalu antusias dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa," ujar Warno.

Ia mengatakan selamatan desa juga menjadi bagian dari doa bersama agar masyarakat diberikan kelancaran rezeki, keselamatan, dan kemakmuran.

Menurut Warno, masyarakat bahkan meminta agar kegiatan tersebut tetap dilanjutkan setiap tahun.

"Warga menyampaikan kepada saya untuk terus melanjutkan selamatan desa setiap tahunnya," katanya.

Sementara itu, Camat Tiris Bambang Julius Wijanarko yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap tradisi kadisah dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, kegiatan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat tersebut juga memiliki potensi untuk dikenalkan lebih luas, tanpa meninggalkan nilai tradisi yang selama ini dijaga warga.

"Harapan kami kegiatan seperti ini terus dilestarikan. Ke depannya, kami berharap kegiatan seperti ini juga bisa menjadi wisata, selain wisata alam yang ada di Tiris," Tandasnya.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi semacam ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan hubungan dengan sejarah lokal. Cerita tentang para pendahulu tidak hanya disimpan dalam ingatan, tetapi juga dikenalkan melalui kegiatan yang masih dilakukan bersama.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut