Rumah Kades Patemon Kulon Dipenuhi Warga, Ini yang Dibahas
PROBOLINGGO,iNewsProbolinggo.id - Suasana rumah Kepala Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah kursi berjajar rapi dan dipenuhi tokoh masyarakat, RT/RW, kader desa, anggota BPD, hingga unsur Forkopimca dalam kegiatan musyawarah desa penyampaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Tahun Anggaran 2025.
Bagi warga yang hadir, forum tersebut bukan sekadar agenda formal pemerintahan desa. Banyak warga ingin mengetahui perkembangan pembangunan yang telah berjalan selama satu tahun terakhir sekaligus menyampaikan harapan agar kebutuhan masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah desa.
Kepala Desa Patemon Kulon, Muhammad, menyampaikan bahwa seluruh program pembangunan desa pada Tahun Anggaran 2025 telah selesai dilaksanakan.
“Penyerahan LPPD ini merupakan bentuk pertanggung jawaban kami sebagai pemerintah desa atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun anggaran 2025 dan seluruh program sudah rampung,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah desa memaparkan berbagai hasil pembangunan secara terbuka di hadapan masyarakat dan tamu undangan. Suasana musyawarah berlangsung sederhana namun hangat, dengan warga tampak serius mengikuti jalannya penyampaian laporan.
Muhammad berharap seluruh program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Patemon Kulon.
“Kami berharap pembangunan dan kegiatan tahun 2025 ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sedangkan program yang belum terlaksana akan terus kami upayakan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Camat Pakuniran, Hasan Zainuri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan musyawarah desa di Patemon Kulon. Menurutnya, keterbukaan pemerintah desa dalam menyampaikan laporan kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami mengapresiasi pemerintah Desa Patemon Kulon karena dalam musyawarah LPPD ini melibatkan seluruh unsur masyarakat. Ini menjadi salah satu bentuk transparansi dalam pemerintahan desa,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto