PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo mengajak media, untuk turut melakukan pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Selain itu, media diharapkan dapat menangkal penyebaran hoax terkait Pemilu.
Hal itu disampaikan, dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Media Gathering yang dilaksanakan Bawaslu, di Paiton Resort Hotel, Paiton, Kamis (23/2/2033).
Kegiatan tersebut, dihadiri sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya dan Pokja Jurnalis Kraksaan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib mengatakan, kalau pengaruh media sangat luar biasa bagi masyarakat. Dianalogikan pada kasus Ricard Eliezer, di mana yang semula dituntut 12 tahun penjara, bisa diputus 1,6 tahun.
Dengan begitu, peran media sangat diperlukan khususnya pada pengawasan Pemilu 2024 mendatang. Dengan begitu, pengawasan Pemilu lebih sempurna hingga mampu mencegah terjadinya pelanggaran, seperti praktik politik uang.
"Karena dengan personel kita yang terbatas, tentunya tidak mungkin untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan satu persatu," ucapnya.
Sementara Ketua Pokja Jurnalis Kraksaan, Ahmad Faisol mengapresiasi apa yang dilakukan Bawaslu dengan menggandeng media, untuk turut melakukan pengawasan partisipatif terhadap Pemilu 2024.
Sehingga dapat membantu keterbatasan personel Bawaslu, dalam melakukan pengawasan.
"Terkait untuk menangkal hoax, itu sudah menjadi tugas kami, karena sebelum berita dimuat, selalu ada konfirmasi dari pihak terkait. Sehingga berita yang kami sajikan itu fakta dan tidak mengada-ngada," tegasnya.
Editor : Ahmad Hilmiddin