Dugaan Kelompok Bondet Terlibat Kasus Lain, Keluarga Korban Penganiayaan Kembali Datangi Polisi

Zainul Rifan
Pihak keluarga saat mendatangi Polres Probolinggo Kota (foto : iNewsProbolinggo.id/ar)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Penangkapan sejumlah pemuda dalam kasus pelemparan bondet di Kota Probolinggo membuat perkara lain kembali mencuat. 

Keluarga korban penganiayaan yang terjadi di Jalan Lumajang, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mendatangi Polres Probolinggo Kota, Senin (20/07/2026), untuk menyampaikan dugaan keterkaitan pelaku.

Bambang Hartono, perwakilan keluarga korban, mengatakan pihaknya datang untuk berkoordinasi dengan penyidik setelah mengetahui kelompok yang diduga menganiaya anaknya sebelumnya diamankan dalam kasus berbeda.

“Kami keluarga korban penganiayaan yang terjadi sekitar Mei lalu. Kebetulan ada indikasi pelakunya merupakan gerombolan yang sama,” kata Bambang.

Kasus yang dialami anaknya tersebut, lanjut Bambang, sebenarnya sudah dilaporkan ke polisi. Karena korban masih berusia di bawah umur dan berstatus pelajar, penanganannya dilakukan oleh unit yang menangani perkara anak.

“Kami koordinasi karena mumpung orang-orang yang diduga terlibat ini sudah diamankan. Harapannya kasus yang lama bisa kembali ditindaklanjuti,” ujarnya.

Bambang menyebut, pihak keluarga telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kepolisian, mulai dari rekaman kamera pengawas hingga dokumen pemeriksaan medis korban. 

Dari bukti tersebut, keluarga melihat adanya kemiripan antara kelompok yang terekam dalam kasus lama dengan orang-orang yang kini diamankan.

“Bukti ada, termasuk CCTV dan visum. Waktu kejadian dulu kami belum tahu identitas mereka, hanya mendapat informasi mereka berdomisili di wilayah Kedungasem,” jelasnya.

Sementara itu, Rini Maya, ibu korban, mengungkapkan kejadian yang menimpa anaknya bermula ketika korban hendak membeli sesuatu di sekitar toko Madura dekat minimarket di Jalan Lumajang usai latihan gim.

Saat itu, kata Rini, anaknya didatangi sekelompok orang yang kemudian menyerang hingga korban terjatuh. Motor Honda Vario warna hitam miliknya juga disebut dibawa pergi oleh kelompok tersebut.

“Anakku mau beli-beli ke toko Madura sebelah Alfa, habis latihan FF. Tiba-tiba dibaleng botol sama anak-anak itu, terus anakku jatuh,” ungkap Rini.

Rini mengatakan, anaknya sempat mengejar karena tidak terima motornya dibawa. Namun, korban justru kembali mendapat kekerasan dari kelompok tersebut.

“Motornya diambil. Anak saya mengejar, tanya kenapa motornya dirampas. Setelah itu dipukuli dan dibacok oleh teman-temannya,” tuturnya.

Dalam kejadian itu, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, kepala, dan pundak kanan. Motor korban yang sempat dibawa pelaku akhirnya berhenti setelah korban mematikan sistem keyless menggunakan remote yang masih dibawanya.

“Remotenya masih ada di sini, jadi bisa dimatikan. Karena motornya dibawa, akhirnya motornya mati,” ujar Rini.

Setelah motor berhenti, kendaraan tersebut kemudian ditinggalkan dalam kondisi rusak.

Sebelumnya, Polres Probolinggo Kota mengamankan delapan pemuda terkait dugaan aksi pelemparan bondet terhadap Muhammad Toni (23), warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan. 

Peristiwa itu terjadi saat korban sedang bermain sepak bola di Jalan Ikan Tengiri, Minggu (19/07/2026) dini hari. Polisi menyebut para pemuda tersebut diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan terkait aksi tersebut.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network