PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Seekor sapi unggulan milik peternak asal Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, resmi dibeli untuk menjadi hewan kurban Presiden RI pada Idul Adha 2026. Sapi jenis simental berbobot sekitar 1,2 ton itu dibeli dengan harga mencapai Rp100 juta.
Sapi tersebut bernama Ronggo Waseso, yang selama ini dikenal sebagai salah satu hewan ternak terbaik di kandang milik Dedi Rekta Andoko. Selain bertubuh besar dan sehat, sapi ini juga pernah menorehkan prestasi dalam ajang kontes ternak tingkat daerah.
Menariknya, sebelum resmi ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, sapi ini sempat dilirik sejumlah pihak dengan penawaran harga yang lebih tinggi. Namun pemiliknya memilih tetap mempertahankan hingga keputusan resmi turun.
“Sempat ada yang menawar lebih tinggi, tapi setelah sudah ditetapkan sebagai sapi kurban Presiden, kami putuskan untuk tidak melepas,” kata Dedi, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Dedi, keputusan tersebut bukan semata pertimbangan ekonomi. Ia mengaku lebih melihat nilai kebanggaan karena ternaknya dipercaya menjadi bagian dari kurban kepala negara.
Setelah penetapan itu, perawatan terhadap Ronggo Waseso semakin diperketat. Pakan khusus diberikan setiap hari, mulai dari campuran singkong, pakan konsentrat, hingga batang padi.
Kebersihan kandang juga dijaga agar kondisi sapi tetap stabil hingga hari penyembelihan.
Dari sisi kesehatan, sapi tersebut rutin diperiksa oleh dokter hewan untuk memastikan bebas dari penyakit menular seperti PMK dan LSD.
Dokter hewan penanggung jawab, drh. Dandy Narindra Prabowo, menyebut kondisi sapi dalam keadaan prima dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
“Secara kondisi sehat, berat juga ideal, dan sudah memenuhi syarat kurban,” ujarnya.
Hingga kini, lokasi penyembelihan masih dalam tahap koordinasi, dengan dua opsi yaitu Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya atau pelaksanaan di wilayah Probolinggo melalui fasilitas pemerintah daerah.
Bagi peternak, momen ini menjadi pengalaman berharga karena sapi peliharaannya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan daerah di tingkat nasional.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
