PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Ratusan warga Desa Kedungsumur bersama puluhan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendatangi Kantor Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Selasa (6/1/2026) siang.
Kedatangan massa memenuhi pendopo kantor desa tersebut merupakan buntut dari beredarnya video viral di media sosial serta adanya laporan sejumlah LSM yang ditujukan kepada aparat penegak hukum. Menyikapi hal itu, pihak Pemerintah Desa Kedungsumur mengundang masyarakat dan perwakilan LSM untuk melakukan musyawarah terbuka.
Dalam forum tersebut, sorakan warga menggema. Masyarakat secara tegas menyatakan bahwa laporan yang beredar di media sosial dan yang telah dilayangkan ke pihak berwenang dinilai tidak benar dan merugikan warga desa.
Kepala Desa Kedungsumur Hasyim dalam sambutannya mengungkapkan, adanya dugaan pencatutan identitas warga dalam pelaporan tersebut. Ia menyebut, terdapat pihak tertentu yang menggunakan nama serta KTP warga Desa Kedungsumur untuk membuat laporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
“Ada orang yang mencatut nama serta menggunakan KTP warga Kedungsumur untuk melakukan pelaporan ke Kejati Jatim,” tegasnya di hadapan warga.
Menurutnya, dampak dari laporan tersebut tidak hanya merugikan pemerintah desa, namun juga merugikan masyarakat secara langsung. Warga pun menyampaikan keberatan dan menantang keras kebenaran laporan yang dilayangkan atas nama masyarakat Desa Kedungsumur.
Hasyim menambahkan, laporan tersebut diduga dilayangkan melalui LSM KPK Tipikor dan LSM Bangkit Aliansi Perubahan Probolinggo (BAPP). Ia menegaskan, masyarakat sepakat untuk mendukung pemerintah desa apabila persoalan serupa kembali terjadi.
“Masyarakat setuju, jika ada hal seperti ini lagi, masyarakat juga siap ikut turun membantu kepala desa,” ujarnya.
Lanjut Hasyim, ada salah seorang warganya yang bernama Napi turut menjadi korban pencatutan identitas. Ia menyampaikan bahwa KTP milik istrinya diduga digunakan tanpa izin, bahkan berdampak serius terhadap kondisi keluarganya.
“Istri dari warga saya bernama Napi juga dicatut KTP nya dengan embel-embel akan mendapatkan sembako. parahnya lagi dia sedang dengan keadaan hamil dan mengalami keguguran,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pada akhir acara masyarakat Kedungsumur berkomitmen akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak yang diduga bertanggung jawab atas pencatutan identitas tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
