Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Berburu Hadiah, Jalan Sehat HUT RI Jadi Ajang Warga Sumberanyar Berkumpul
Advertisement . Scroll to see content

Tak Hanya Dikenal Dengan Wisata Alamnya, Desa di Probolinggo Ini Juga Kaya Durian, Kopi, dan Manggis

Senin, 27 Juli 2026 | 07:21 WIB
  • author Doni Irawan
Tak Hanya Dikenal Dengan Wisata Alamnya, Desa di Probolinggo Ini Juga Kaya Durian, Kopi, dan Manggis
Ranu argo salah satu wisata alam yang ada di Probolinggo (foto : iNewsProbolinggo.id/istimewa)

PROBOLINGGO, iNewsProbolinggo.id - Bagi warga Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, durian, kopi, dan manggis bukan sekadar buah atau hasil perkebunan. Tanaman tersebut tumbuh di sekitar rumah dan lahan milik warga, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan pegunungan itu.

Desa Tlogoargo memang dikenal memiliki potensi wisata alam, salah satunya Ranu Argo. Namun, di balik danau yang menjadi tujuan wisata tersebut, tersimpan potensi lain yang tak kalah dekat dengan kehidupan warga.

Hampir di setiap sudut desa, tanaman kopi, durian, dan manggis mudah ditemui. Bagi masyarakat setempat, keberadaan tanaman tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan selain sektor wisatq.

Suasana pegunungan dengan udara yang relatif sejuk membuat sejumlah tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik. Ketika musim panen tiba, hasil kebun menjadi bagian dari aktivitas warga yang telah berlangsung dari waktu ke waktu.

Bendahara Desa Tlogoargo Taufik mengatakan, tanaman durian, kopi, dan manggis cukup mudah ditemukan di wilayah desanya. Hampir sebagian besar masyarakat memiliki tanaman tersebut di lahan masing-masing.

"Di sini untuk manggis, kopi, dan durian sangat mudah ditemui, karena hampir semua masyarakat memilikinya," kata Taufik.

Menurutnya, potensi yang dimiliki Desa Tlogoargo tidak hanya berasal dari sektor perkebunan. Ranu Argo yang selama ini telah dikenal wisatawan juga menjadi salah satu daya tarik desa.

Namun, masih ada potensi alam lain yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Salah satunya adalah air terjun yang berada di wilayah Desa Tlogoarga.

"Selain Ranu Argo, desa kita juga memiliki air terjun. Tapi untuk saat ini belum kami kelola karena aksesnya cukup jauh," ujarnya.

Keberadaan air terjun tersebut menambah daftar potensi alam yang dimiliki Desa Tlogoargo. Meski belum dikembangkan sebagai kawasan wisata, lokasinya menjadi bagian dari kekayaan alam yang masih tersimpan di tengah kawasan pegunungan.

Bagi masyarakat, mengembangkan potensi desa tentu bukan perkara mudah. Selain membutuhkan perencanaan, akses menuju lokasi juga menjadi salah satu pertimbangan. Karena itu, sejumlah potensi alam masih dibiarkan dalam kondisi alami sambil menunggu kemungkinan untuk dikembangka

Sementara itu, durian, kopi, dan manggis tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Ketiganya menjadi potensi yang tumbuh bersama aktivitas warga dan dapat dikembangkan seiring dengan pengelolaan sektor wisata.

Desa Tlogoargo pun memiliki cerita tentang bagaimana kekayaan alam tidak selalu hadir dalam bentuk tempat wisata. Di antara pepohonan dan udara pegunungan, tanaman kopi, durian, dan manggis tumbuh di lahan warga. Sementara Ranu Argo menjadi wajah wisata yang lebih dulu dikenal.

Di balik itu semua, masih ada air terjun yang menunggu untuk dijelajahi. Potensi yang belum tersentuh tersebut menjadi pengingat bahwa Desa Tlogoargo masih menyimpan banyak cerita dan kekayaan alam yang belum sepenuhnya diketahui.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut